Mode koneksi speedy yang paling umum ada dua, PPPOE dan satu lagi Bridging. Secara default koneksi speedy di rumah-rumah diset dengan mode PPPOE, sedangkan mode bridging adalah optional. Biasanya hanya untuk mereka yang sudah paham, karena sedikit lebih ribet dibandingkan yang PPPOE.
PPPOE (Point to Point Protokol Over Ethernet) adalah mode koneksi otomatis, sedangkan Bridging mode koneksi manual. Speedy sendiri merupakan koneksi internet diall up, artinya koneksi ini memerlukan proses diall terlebih dahulu sebelum bisa digunakan. Dan perbedaan dari mode PPPOE dan Bridging terletak pada proses diall ini. PPPOE proses diall dilakukan secara otomatis oleh modem, begitu dinyalakan modemnya akan melakukan proses diall, begitu juga apabila koneksi drop, maka modem akan diall otomatis. Sedangkan untuk mode Bridging, sekalipun modem sudah nyala (on), utnuk proses dialling harus menggunakan menu di OS (xp,vista, linux, dsb) PC kita.
Beberapa dari kelebihan menggunakan mode Bridging ada lah sebagai berikut :
Tepat untuk paket non Unlimited
Sangat tepat untuk paket speedy yang bukan unlimited atau yang menggunakan kuota terutama kuota time based. Untuk paket yang time based, pemakaian dihitung semenjak speedy kita berhasil diall (konek) sekalipun kita tidak melakukan aktifitas internet seperti browsing, ataupun download bahkan sekalipun PC tidak menyala (tapi mdem aktif). Oleh karena inilah sering kali pelanggan paket-paket time-based (15 jam atau 50 jam) bahkan yang volume based mengalami over kuota, dan mendapatkan tagihan tambahan karena lupa mematikan modem sehabis digunakan. Untuk yang volume based juga bisa mengalaminya, karena secara default, windows dan antivirus serta beberapa aplikasi lain sering sekali melakukan proses update otomatis yang dilakukan di background (tidak terlihat dilayar).
Mempermudah penelusuran penyebab gangguan.
Dengan mode PPPOE kita bahkan sulit untuk mengetahui apakah speedy kita sudah tersambung atau belum. Biasanya untuk mengetahuinya kita harus ping ke DNS. Dan setelah diketahui tidak berhasil tersambung (konek), kita masih sulit untuk menentukan dimana kira-kira letak gangguannya. Dengan mode Bridging, diall koneksi dilakukan secara manual, sehingga kita bisa langsung mengetahui apakah Speedy kita sudah tersambung (konek) atau belum. Dan apabila tidak berhasil tersambung proses diall itu akan menampilkan pesan error yang bervariasi. Dan dari kode error yang ditampilkan kita bisa memprediksi letak gangguan.
Berikut beberapa kode error yang paling umum :
- Error 691 : Error ini adalah error proses authentikasi. Bisa jadi Username speedy atau password nya salah, bisa juga masalah binding port yang tidak tepat, atau bisa juga terjadi masalah IP conflict (sangat jarang), masalah user isolir atau bahkan user speedy yang tidak terdaftar.Solusi : Untuk disisi kita (pelanggan) pastikan username dan password speedy yang diinput sudah benar, pastikan sudah bayar tagihan tepat waktu.
- Error 678, 769: Secara garis besar artinya remote komputer (server autherntikasi) tidak merespon. Tapi bukan berarti ada masalah dengan Server/router milik Telkom. Artinya proses diall kita yaitu mengirimkan data username dan password tidak sampai ke server tujuan.Solusi : yang paling pertama dicek adalah kabel-kabel yang terhubung dengan speedy dan komputer kita. Mulai dari modem, PC, sampai kabel telepon. Pastikan semuanya terhubung dengan benar. Perhatikan juga lampu “DSL” di modemnya. DSL ini adalah koneksi dari kabel telepon. Namanya kadang bervariasi, ada yang menyebutnya DSL ada juga modem yang menyebutnya internet di tanda lampunya. Pastikan lampu dsl modem menyala terus, dan tidak blinking atau berkedip.
- Error 718 : Error 718 adalah error karena PPP time out. Kondisinya komunikasi PPP sebenarnya terjalin, namun kemudian putus, karena respon dari server terlalu lama diterima. Hal ini bisa disebabkan karena kualitas line/ jaringan yang kurang bagus.Solusi : Pastikan kabel-kabel di rumah yang digunakan berada dalam kondisi baik. Untuk perkabelan selanjutnya yang menuju server/ router adalah urusan pihak Telkom. Kita juga bisa memeriksa kondisi dan kualitas jaringan yang kita miliki. Hal tersebut akan dibahas pada postingan yang berbeda
.
Masih ada beberapa jenis error lain, namun kurang lebih error yang diatas adalah yang paling sering. Untuk kualitas jaringan, dan bila diagnosa kita sudah selesai dan kita tidak bisa menanganinya, maka langkah selanjutnya adalah menghubungi 147, dan laporkan permasalahan kita. Biasa nya team 147 akan mengulangi beberapa step diatas.
Mudah Berganti Username dan Password
Dengan mode PPPOE setiap kali kita mau berganti passsword maka kita harus seting atau konfigurasi ulang ke dalam modemnya. Sedangkan dengan mode Bridging kita cukup menggantinya di menu yang ada di start (Windows) atau di network connection. Dan untuk anda yang memiliki lebih dari 1 user speedy, bisa berganti user tanpa harus berganti modem atau konfigurasi ulang modemnya.
Masih, ada keuntungan lain menggunakan Bridging, dan tentu saja ada bagian lemahnya. Salah satu kelemahannya adalah mode ini tidak bisa digunakan jika ingin menggunakan perangkat tambahan untuk sharing koneksi Internet. Bagaimana cara mengkonfigurasi modem dan PC untuk mode koneksi Bridging akan di bahas pada post yang berbeda.
Salam info-gratis